IAI KHAS AL-ARSYADI

Kuliah Perdana dan Seminar Kebangsaan IAI KHAS Al-Arsyadi

Kandangan, 16 September 2026 — IAI KHAS Al-Arsyadi menggelar Kuliah Perdana dan Seminar Kebangsaan di lingkungan kampus, Rabu (16/9). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan akademik mahasiswa sekaligus mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah, tokoh pendidikan, dan berbagai unsur masyarakat.

Rektor IAI KHAS Al-Arsyadi, Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin Bilfaqih, S.Ag., M.Pd., CIQaR, CIRK, CIE, ATTHD., menyampaikan komitmen kampus untuk terus bertumbuh dan memperkuat perannya dalam pendidikan tinggi Islam di Kalimantan Selatan. Ikhtiar tersebut tidak berhenti pada pengembangan institut, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan cita-cita besar menuju Universitas Islam Kyai Haji Ahmad Syairazi Al-Arsyadi dalam 1–2 tahun ke depan.

Di tengah cita-cita besar tersebut, Abah Guru KH. Ahmad Syairazi, S.M., selaku pendiri IAI KHAS Al-Arsyadi, menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi menjadi bekal penting bagi mahasiswa. Ada lima karakter yang menurut beliau perlu dimiliki pemuda untuk meraih kesuksesan, yaitu ilmu dan wawasan, akhlaqul karimah, menjaga diri dari hal-hal negatif, disiplin waktu, serta mandiri dan profesional.

Pesan itu menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai jalan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai proses membentuk pribadi. Mahasiswa diharapkan memiliki keluasan wawasan tanpa kehilangan akhlak, mampu memanfaatkan waktu dengan baik, menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan profesional.

Pesan tentang karakter dan keberhasilan tersebut kemudian mendapat penguatan dari Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, M.AB. Dalam Stadium General, beliau mengajak mahasiswa untuk menghormati dan menaati guru serta berbakti kepada orang tua. Menurut beliau, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari doa, nasihat, dan keberkahan hubungan dengan orang-orang yang telah mendidik serta membesarkannya.

Kepada mahasiswa, H. Hasnuryadi juga membagikan kisah perjuangan orang tuanya. Beliau menceritakan bahwa orang tuanya hanya mengenyam pendidikan hingga SMP kelas 3. Namun, keterbatasan pendidikan tidak menghalangi perjuangan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Berbagai rintangan dilalui dengan ketekunan hingga akhirnya mencapai kesuksesan.

Kisah tersebut menjadi bagian yang begitu dekat dengan mahasiswa. Dari cerita itu, mereka diajak melihat bahwa keberhasilan tidak selalu bermula dari keadaan yang serba mudah. Ada proses panjang, keterbatasan, kerja keras, dan berbagai rintangan yang harus dihadapi.

Nuansa pembentukan karakter kemudian dilanjutkan melalui Seminar Kebangsaan. Nurul Husna, S.Psi., M.Pd., Psikolog, hadir membawakan materi “Menggenggam Dunia dengan Growth Mindset: Menjadi Mahasiswa Adaptif dan Tangguh di Era Digital”. Materi tersebut mengajak mahasiswa melihat perubahan sebagai bagian dari proses belajar dan mendorong mereka untuk terus berkembang di tengah dinamika era digital.

Materi berikutnya disampaikan Dr. dr. Oski Illiandri, M.Kes., yang mengangkat tema pembinaan karakter remaja. Kehadiran kedua narasumber tersebut memberikan sudut pandang yang saling melengkapi, antara kesiapan menghadapi perubahan dan pentingnya karakter dalam menjalani kehidupan sebagai generasi muda.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan H. Suriani, S.Sos., M.AP., Wakil Rektor I UIN Antasari Banjarmasin Dr. Muhdi, M.Ag., unsur Kopertais Wilayah XI Kalimantan, jajaran Kementerian Agama, Kejaksaan, serta sejumlah unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan sebuah perguruan tinggi tidak berdiri sendiri. Ada sinergi antara kampus, pemerintah, tokoh pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat yang menjadi bagian dari proses membentuk generasi masa depan.

Bagi mahasiswa IAI KHAS Al-Arsyadi, Kuliah Perdana ini menjadi awal untuk melangkah lebih jauh. Bukan hanya mengejar gelar dan pengetahuan, tetapi juga belajar menjaga adab, menghargai guru dan orang tua, membangun karakter, serta mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan Banua.

Dari ilmu lahir wawasan, dari adab tumbuh karakter, dan dari keduanya diharapkan lahir generasi yang mampu membawa kemajuan bagi Banua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *